|
Social Engineering
Apakah yang dimaksud dengan social engineering? Apakah social
engineering teknik hacking yang mudah atau sulit untuk dilakukan? Saya akan
mencoba memaparkan apa yang dimaksud dengan social engineering serta seluk
beluk dari teknik ini.
Social Engineering
Technique
Ada prinsip dalam dunia keamanan jaringan yang berbunyi “kekuatan
sebuah rantai tergantung dari atau terletak pada sambungan yang terlemah” atau
dalam bahasa inggrisnya “the strength of a chain depends on the weakest link”.
Apa atau siapakah “the weakest link” atau “komponen terlemah” dalam sebuah
jaringan komputer? Ternyata jawabannya adalah manusia. Walaupun sebuah sistem
telah dilindungi dengan piranti keras dan piranti lunak canggih penangkal
serangan seperti firewalls, anti virus, IDS/IPS, dan lain sebagainya, tetapi
jika manusia yang mengoperasikannya lalai, maka keseluruhan peralatan itu
tidaklah ada artinya. Para kriminal dunia maya paham betul akan hal ini
sehingga kemudian mereka mulai menggunakan suatu kiat tertentu yang dinamakan
sebagai “social engineering” untuk mendapatkan informasi penting dan krusial
yang disimpan secara rahasia oleh manusia.
Kelemahan Manusia
Menurut definisi, “social engineering” adalah suatu
teknik ‘pencurian’ atau pengambilan data atau informasi penting dari seseorang
dengan cara menggunakan pendekatan manusiawi melalui mekanisme interaksi
sosial. Atau dengan kata lain social engineering adalah suatu teknik memperoleh
data/informasi rahasia dengan cara mengeksploitasi kelemahan manusia. Misalnya rasa
takut, percaya, dan juga ingin menolong.
Tipe Social Engineering
Pada dasarnya teknik social engineering dapat dibagi
menjadi dua jenis, yaitu berbasis interaksi sosial dan berbasis interaksi
komputer. Berikut adalah sejumlah teknik social engineering yang biasa
dipergunakan oleh kriminal, musuh, penjahat, penipu, atau mereka yang memiliki
intensi tidak baik. Dalam skenario ini, yang menjadi sasaran penipuan adalah
individu yang bekerja di divisi teknologi informasi perusahaan. Modus operandinya
sama, yaitu melalui medium telepon.
Ada yang berkedok sebagai user penting, misalnya direktur
keuangan. Lalu sebagai user yang sah, juga sebagai mitra vendor, konsultan
audit, penegak hukum.
Sementara itu untuk jenis kedua, yaitu menggunakan
komputer atau piranti elektronik/digital lain sebagai alat bantu, cukup banyak
modus operandi yang sering dipergunakan seperti teknik phising melalui email,
sms, dan pop-up windows.
Target Korban Social
Engineering
Statistik memperlihatkan bahwa ada 4 kelompok individu di
perusahaan yang kerap menjadi korban tindakan social engineering, yaitu: Receptionist sebuah
perusahaan, Pendukung teknis dari divisi teknologi informasi, Administrator sistem dan pengguna komputer, Mitra kerja atau vendor perusahaan yang menjadi target karena mereka adalah pihak yang menyediakan berbagai teknologi beserta fitur dan kapabilitasnya, Karyawan baru yang masih belum paham mengenai prosedur standar keamanan informasi di perusahaan.
Solusi Menghindari
Resiko
Setelah mengetahui isu social engineering di atas, timbul
pertanyaan mengenai bagaimana cara menghindarinya. Berdasarkan sejumlah
pengalaman, berikut adalah hal-hal yang biasa disarankan kepada mereka yang
merupakan pemangku kepentingan aset-aset informasi penting perusahaan, yaitu:
|
Minggu, 01 Juli 2012
Menyelami Social Engineering
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar