Rabu, 16 Desember 2015

Pengumuman Penempatan

Tanggal 21 September 2015 adalah hari yang bersejarah bagi angkatan kami. Kami baru saja akan segera menyelesaikan DTU (Diklat Teknis Umum a.k.a disiksa Kopasus), tiba-tiba ada orang pusat yang memberikan pengumuman bahwa kami harus kumpul di Gadog untuk suatu pengumuman. Deg. Rasanya mau mati saja. Kami semua langsung sadar, bahwa pengumuman itu adalah pengumuman yang sangat menakutkan bagi kami. Pengumuman Penempatan kawan-kawan. Sontak saja cewek-cewek meneteskan air mata dan histeris, termasuk saya. Hidup kita ke depannya bergantung pada pengumuman itu. Entah itu karir di Jakarta, tinggal di kota besar, bahkan rencana ikut suami pun seakan berada di ujung tombak Neptunus! Saya menangis khawatir, akan ditempatkan dimana saya nanti. Saya masih berharap untuk bisa ditempatkan di Jawa saat itu. Tapi, semua keputusan tetap di tangan Allah swt dan orang-orang pusat. Saya hanya bisa berdoa agar ditempatkan di tempat yang terbaik.

Akhirnya hari itu pun tiba. Saya menunggu secarik dokumen penempatan saya dibagikan. Saya pun tidak langsung membukanya saat saya menerima. Saya menunggu hingga semuanya selesai dibagikan lalu saya berani membuka keputusan itu. Jeritan tangis, tawa, dan raungan membahana di Aula Gadog. Saya pun akhirnya memberanikan diri untuk membuka surat itu.


KPPN A2 Tanjung Pandan. Kaki saya lemas, air mata pun jatuh membanjiri pipi. Semua harapan saya untuk bisa dekat dengan keluarga pun sirna. Sering saya mendengar daerah ini dari teman, katanya pemandangan pantainya bagus. Namun tetap saja keluar dari pulau Jawa itu sangat berat.

Hal-hal yang ditakutkan tentang Tanjung Pandan:

  • Pulau kecil sebelah Bangka (Saya kira Belitong itu yang pulau gedenya, ternyata pulau kecil, hmm geografi saya memang tidak bagus.. haha)
  • Makannya mahal-mahal (Saat roll out teman saya diajak makan seafood pinggir pantai dan harganya mahal. Coba baca postingan saya sebelumnya deh, yang judulnya Mengenang Jaman Susah, yah boleh jadi ngiritnya saya terhadap makanan masih begitulah.. hehe)
  • Tidak ada mall dan bioskop (Masih belum nonton Mockingjay, Fantastic Beast, dan marvel-marvel yang lain. Untung aja Harry Potter udah tamat… hum)
  • Tidak ada teman
  • Sepi
Faktanyaa..
1.      Memang benar pulau kecil sih, tapi rame juga di Pantai Tanjung Pendam, setiap sabtu malam ada Live Music ala Jakarta gitu, café-café, bazaar setiap minggu pagi, ada jogging track, pokoknya asik banget deh setiap weekend ke pantai.
2.   Makanannya sama kok dengan di Jakarta, tidak harus 50 ribu sampai 100 ribu sekali makan.. (Gesta bikin takut aja sih..) Ada warteg juga, warung Mba Wanti atau nama lainnya Wonogiri ini terkenal banget dengan makanan Jawa nya yang murah dan banyak, favorit banget.
3.   Disini adanya toserba, semacem Harmoni gitu, tidak ada mall, tapi toko-toko baju ada saja di setiap jalan, apalagi di Jalan Sriwijaya, pusat kota tuh disana. Toserba disini namanya Puncak. Ada juga Barata (ada pump nya!) yang isinya baju-baju, walaupun tidak terlalu menarik sih.
4.     Tidak ada bioskop! Ini yang agak mengganggu. Bahkan di Cirebon pun udah ada blitz, sedangkan saya sudah di luar pulau. Tapi tidak apa-apa, ketika wifi masih lancar, masalah perfilm-an pun tidak terganggu.. hehe
5.  Dulu takutnya susah adaptasi disini, takutnya nggak deket sama pegawai yang baru, susah cari tempat tinggal yang enak, tapi alhamdulillah ada kakak tingkat yang membantu saat kita mulai meniti hidup baru di perantauan, jadi kita tidak benar-benar buta arah.
6.  Awalnya memang sepi, cuma penempatan 3 cewek di lain pulau. Dan Alhamdulillah banget, ternyata disini temen-temen pajaknya asik banget. Karena mereka kita jadi hidup disini. Kita serasa sudah dianggap keluarga pajak oleh mereka. Jalan-jalan pun bareng mereka. Menghabiskan setiap weekend pun bareng mereka. Pokoknya menyenangkan banget lho gabung bersama mereka. Nanti di postingan selanjutnya saya ceritakan lebih lanjut tentang mereka deh. Hehe

Kesimpulannya adalah, tidak masalah dimanapun kamu penempatan, asal dijalanin dengan ikhlas insya allah menyenangkan. Saya jadi malu, waktu mendapat pengumuman itu saya menangis terus, tapi sekarang saya senang. Cari kesibukan yang asik saja, pasti deh kita jadi enjoy tinggal dimanapun kita berada. Itu sih tips dari saya. Penempatan memang terdengar menakutkan, tapi setelah dijalani, ternyata asik-asik saja kok.. :)




Senin, 14 Desember 2015

Goodbye Letter

25 Januari 2015

Assalammu’alaikum wr wb
Sore hari ini aku ingin bercerita. Cerita tentang teman terbaikku. Dia sudah menemaniku selama 4 tahun. Hari-hari kami lalui bersama. Kami selalu bersama saat suka maupun duka. Dia selalu menemaniku saat aku sendiri. Dia menemaniku menempuh kerasnya hidup di STAN. Aku tidak mungkin bisa lulus dari STAN dan mendapat pekerjaan seperti sekarang ini kalau bukan karena dia. Aku sayang sekali padanya.
Dan apakah kalian pernah merasakan patah hati terhebat? Menurutku, patah hati terhebat itu saat aku ditinggalkan oleh teman terbaikku ini. Aku tidak bisa menahan tangisku saat dia pergi meninggalkanku selamanya. Mungkin ini semua karena aku tidak becus menjaganya. Karena itulah dia bisa terkena kanker. Aku menangis saat dia tiba-tiba pergi meninggalkanku. Dia tidak sempat mengucapkan selamat tinggal padaku. Dia pergi begitu saja. Aku sedih. Banyak kenanganku yang kusimpan bersamanya. Aku tidak ingin berpisah dengannya.
Tapi mungkin, sekarang memang sudah waktunya untuk dia pergi. Aku harus mengikhlaskannya. Aku hanya bisa berterima kasih kepada teman terbaikku ini. Terima kasih dan selamat tinggal, lepi ku tercinta..
Wassalammu'alaikum wr wb


Rest in Peace
Lepi Compaq CQ-41
September 2010 – 24 Januari 2015

May You Always Be in Our Heart

Dewa Bumi dan Dewi Matahari

Pagi mulai tiba, saatnya dewi matahari naik ke singgasananya dan memeluk dewa bumi dalam kehangatan sinarnya. “Hey dewa bumi, bukalah matamu!” Seru dewi matahari dengan senyum terindahnya. Namun sang dewa bumi sepertinya masih enggan membuka kedua matanya yang indah tersebut. Lalu dewi matahari pun menunggu, hingga sang dewa bumi membuka kedua matanya dan bisa bermain bersama dewi matahari, sang pujaan hatinya.

Tak lama kemudian dewa bumi pun membuka kedua matanya, dan berseru, “Selamat pagi dewi matahariku, ciptaan-Nya yang terindah sepanjang masa!” Dewi matahari pun tidak bisa menahan kesenangannya mendapatkan sang kekasih telah bangun dan siap untuk menjalani hari – hari bersama.

“Aku merindukanmu,”  ucap dewi matahari seraya mendekap bumi dengan mesranya

“Aku lebih merindukanmu, aku rindu dekapanmu, aku rindu tawa riangmu,” kata dewa bumi dengan senyuman terindahnya

Kami tertawa riang bersama seharian, tak ada kegiatan yang lebih menyenangkan selain bersama – sama dewa bumi, pikir dewi matahari. Namun, segala kesenangan itu tidak abadi. Di kala malam menjelang, dewi matahari pun harus menghilang dari peraduan. Meninggalkan dewa bumi dalam kegelapan malam. Tangis perpisahan mereka sangat menyayat hati. Tidak ada yang tega memisahkan mereka berdua, kecuali waktu.

Dewa bumi bagaikan anak kecil yang kehilangan hidupnya. Kecil, meringkuk sendirian di kegelapan malam. Namun kebaikan hati dewi matahari tidak terkira, dikirimkannya dewi bulan sebagai penerang ketika malam tiba. Seraya memberikan sedikit cahayanya yang indah untuk disinarkannya kembali pada dewa bumi, agar dewa bumi tidak terlalu sedih ditinggalkan sang kekasih. Lalu dikirimkannya pula bintang – bintang di langit sebagai pelipur lara sang dewa bumi. Senyum pun agak mengembang di bibir dewa bumi, namun tak bisa disangkal, yang diinginkannya hanya dewi matahari, bukan yang lain.


Dewa bumi pun tertidur pulas ditemani sinaran cahaya dewi bulan dan gemerlap bintang – bintang. Menunggu kembalinya dewi matahari ke peraduannya dan bermain bersama seharian. Memang, tidak ada yang bisa mengalahkan cinta sejati antara dewa bumi dan dewi matahari. Hanya ada satu matahari yang bisa menyinari bumi dengan rasa cinta yang dalam, dan hanya satu bumi yang bisa memberikan kenyamanan dalam setiap detik kehidupan..

Getting Married!

Banyak yang bertanya pada saya, untuk apa nikah cepat? Memangnya tidak mau membahagiakan orang tua terlebih dahulu? Apakah kamu sudah siap menanggung semua beban setelah pernikahan? Apakah kamu sudah bisa mengurus bayimu, saat buang air besar, memandikan, dll? Apakah kamu sudah siap mental menghadapi calon mertua?
Bahkan ada pula yang berpendapat bahwa saya masih belum siap, masih belum dewasa, masih kekanak-kanakan, belum saatnya memikirkan pernikahan. Saya masih lelet dalam mengerjakan segala hal. Saya tidak terampil dalam memasak. Intinya saya terkesan masih sangat jauh dalam urusan pernikahan. Hubungan saya ini dianggap hanya main-main saja oleh kedua orang tua. Bahkan ayah saya mengatakan padaku untuk jangan menjanjikan apapun terlebih dulu pada dia. Masih banyak orang lain yang lebih baik untuk saya, dan sejumlah alasan lainnya. Ibu saya bahkan mengatakan bahwa saya minimal harus d4 atau s1 dulu sebelum menikah, dan harus memiliki rumah sendiri. Ah banyak sekali alasannya ini.
Banyak pertanyaan yang terpikirkan dalam otak saat ini. Hanya ada 1 orang yang bisa kuajak berbagi pikiran. Seseorang yang sangat mengerti semua keresahanku ini, yang bahkan mungkin dia saja belum terlalu memikirkan hal ini. Apakah alasannya karena dia masih belum siap? Apakah dia ingin membahagiakan orang tuanya dulu?
Sungguh, apabila alasannya begitu, saya pun ingin membahagiakan orang tua saya. Apakah hal ini tidak bisa kita lakukan setelah kita menikah? Mengapa pernikahan muda itu dianggap tabu oleh masyarakat?
Saya hanya ingin melegalkan rasa cinta yang tertanam dalam hati kita masing-masing. Alangkah senangnya bagi pasangan yang sudah mantap dan siap untuk membicarakan hal ini dari dini. Saya iri dengan mereka. Mungkin saya saja yang masih belum berani untuk berterusterang pada dia. Namun begitu, saya toh akan membicarakan hal ini juga dengan dia suatu saat, jadi untuk apa menunggu lebih lama lagi untuk mempersiapkan pernikahan kita?
Kita hanya harus menyiapkan diri kita masing-masing. Pernikahan memang harus dibangun dengan pondasi yang kokoh, tidak hanya sekedar jalan pintas agar menghalalkan segala jalan. Banyak pertanyaan mendasar yang harus kita jawab bersama sebelum pernikahan, seperti untuk apa kita menikah, dll. Saya tahu, banyak di antara mereka yang menganggap pernikahan muda itu akan ada banyak permasalahan, namun apakah ada jaminan bahwa nikah di usia terlampau tua tidak akan banyak permasalahan? Banyak yang berpendapat, kemapanan dijadikan satu faktor utama dalam pernikahan, namun kalo sampai umur 70 tahun tidak mapan-mapan, lalu tidak nikah begitu? Ada juga yang berpendapat bahwa pamali melangkahi kakak untuk menikah, katanya kakak tersebut nanti tidak akan mendapat jodoh. Namun, apabila sampai tua kakak tersebut tidak nikah-nikah, lalu adiknya bagaimana, tidak nikah juga begitu? Bukankah menghalangi niat baik seperti pernikahan akan menutup pintu rizki bagi orang tersebut? Banyak sekali ya permasalah sebelum pernikahan itu.
Sebenarnya setiap permasalahan itu yang membuat hanyalah diri kita sendiri. Terlalu banyak pemikiran yang tidak perlu sudah kita pikirkan dan kemudian menjadi resah sendiri, bahkan sebelum permasalahan tersebut benar-benar terjadi. Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Sebelum berhadapan dengan orang tua, kita harus fokus memperbaiki diri sendiri dulu. Memantapkan hati, emosi, pikiran, spiritual, dan tentu saja faktor keuangan pun tidak bisa dianggap angin lalu. Memang uang itu bukan segalanya, namun tidak bisa dipungkiri, banyak permasalahan terjadi disebabkan oleh uang.
Segala hal di dunia ini berhubungan dengan uang. Menikah perlu uang, membesarkan anak perlu uang, membeli rumah dan perabotan, mobil, motor, dll, itu semua perlu uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Namun uang bukanlah alasan utama yang harus kita pikirkan sebelum menikah. Percuma saja kita memiliki uang banyak namun kita tidak mantap emosi, pemikiran, hati, spiritual. Semua faktor-faktor ini harus kita memiliki agar pondasi keluarga kita bisa berdiri dengan kokoh dan tidak mudah ambruk. Namun bukan berarti memiliki pondasi yang kuat itu kita harus menunggu terlalu lama dalam persiapan. Bahkan dalam waktu singkat, apabila memang telah siap, pernikahan pun bisa langsung diadakan. Semuanya kembali lagi pada diri kita masing-masing. Jadi, untuk apa terlalu pusing memikirkan nanti bagaimana. Toh belajar naik mobil pun bukan hanya dalam teori, tapi langsung praktek kan?
Ah, apakah ini berarti saya telah siap? Entahlah, saya pun tidak mengetahuinya. Yang saya tahu, saya ingin mempersiapkan pernikahan kita dari jauh-jauh hari. Jangan sampai kita baru siap-siap nanti. Saya berfikiran hal ini pun tidak berarti saya ingin menikah besok, bukan. Setidaknya saya ingin lebih mempersiapkan kematangan diri saya untuk menghadapi tantangan kehidupan. Bagaimana dengan dia? Bagaimana denganmu?


Surat Cinta untuk Dosen

Assalammu’alaikum,
Selamat siang pak dosen. Di siang hari yang panas ini, biarkanlah saya mencurahkan beberapa patah kata dalam surat cinta ini.
Saat Bapak meminta kami semua untuk menulis surat cinta, saya langsung berfikir, surat cinta seperti apa yang Bapak maksud. Ternyata surat cinta yang bapak maksud adalah tentang curahan kami mengenai apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi pada diri kami. Nah, maka dari itu, saya akan memulai untuk menjelaskannya pada Bapak dengan gaya bahasa yang saya miliki.
Pertama, mengenai apa yang telah terjadi. Bapak meminta kami menjelaskan, mengapa kita ingin bersekolah di STAN dari awal? Yah, mungkin alasan saya tidak jauh beda dari jawaban teman – teman yang lain. Ingin langsung kerja, disuruh orang tua, dan juga ada keinginan dari diri sendiri. Saat ini mencari kerja itu sulit, kata mereka. Dan solusi yang paling tepat adalah masuk ke STAN. Keluarga kami bukanlah keluarga yang mapan, makanya kami sebisa mungkin menekan pengeluaran untuk kuliah. Pada awalnya saya ingin kuliah di Telkom jurusan Ilmu Komunikasi. Menjadi public speaker yang handal adalah cita – cita saya dulu. Dan saya yakin, dengan kuliah di Telkom, cita – cita saya dapat terwujud. Tapi takdir berkata lain, saya diterima di perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementrian Keuangan, STAN. Tapi saya tidak menyesal meninggalkan Telkom, karena masuk STAN pun salah satu cita – cita saya. Saya tidak menyangka bisa menjadi bagian dari 2% mahasiswa yang terpilih untuk menimba ilmu di STAN. Suatu kebanggaan bagi saya untuk bisa belajar mengenai keuangan negara bersama teman – teman yang super di STAN ini.
Kedua, mengenai apa yang sedang terjadi. Mengenai kelebihan dan kekurangan yang kami miliki. Saya memiliki banyak kekurangan dan beberapa kelebihan. Saya ingin menuliskan tentang kekurangan saya terlebih dahulu. Saya itu manja, terlalu cuek, dan juga kurang pintar dalam bidang akademis. Saya pun sering tidak bersyukur atas apa yang sudah saya dapat. Sering berburuk sangka terhadap teman – teman saya sendiri. Saya sebenarnya ingin menghilangkan kekurangan saya ini. Tapi semua ini butuh proses, dan semoga saja saya dapat mengatasinya dengan baik.
Mengenai kelebihan yang saya miliki, saya mendengar dari teman - teman bahwa saya memiliki bakat dalam menulis. Dan juga kemampuan bahasa inggris saya lumayan memadai. Inilah yang sedang saya kembangkan.
Yang ketiga, mengenai apa yang akan terjadi. Saya melihat aspek ini pada cita – cita kami sebenarnya itu apa. Mungkin hal – hal yang saya utarakan tidak jauh berbeda dari teman – teman secara umum. Cita – cita yang paling ingin saya raih adalah membuat orang tua saya bangga memiliki anak seperti saya. Selama ini saya lebih banyak menuntut daripada memberi. Maka dari itu, saya ingin berbuat apa saja yang akan membuat senyum di wajah kedua orang tua saya merekah. Ayah saya sangat menantikan hari wisuda saya 1 tahun ke depan. Beliau ingin melihat saya duduk dan memakai toga. “30% lagi ya teh,” itulah yang sering ayah saya katakan kepada saya. Saya ingin membuat 30% lagi kuliah saya disini memberikan hasil yang membuat kedua orang tua saya bangga. Saya ingin orang tua saya bisa naik haji.
Saya ingin sukses dalam bidang akademis dan juga kehidupan sosial. Bukan salah satunya saja. Untuk meraih cita – cita, tentu saja ada beberapa hal yang harus saya lakukan. Salah satunya adalah belajar. Saya tahu, lebih mudah berbicara daripada melakukan. Tapi semoga saja saya tetap istiqomah dalam menjalankan kuliah saya disini.
Ketika saya sudah menjadi PNS, saya akan menjadi PNS yang berintegritas. Suatu kata yang baru dimengerti saat menginjakkan kaki di STAN. Insya allah saya akan menjadi PNS yang berintegritas. Saya percaya teman – teman saya yang lain pun tidak akan menjadi PNS yang nakal.
Yak, mungkin itulah sedikit cerita yang bisa saya ungkapkan ke Bapak. Sekiranya sekian surat yang bisa saya tuliskan. Apabila ada kata – kata yang salah, mohon maafkan saya. Terima kasih Bapak sudah membaca surat dari saya.
Wassalammu’alaikum..

Tangerang, 18 September 2012


                                                               Amelia Lestarina


Sabtu, 12 Desember 2015

Mengingat Jaman Susah

8 Mei 2011

Knp pas semester 2 lbh boros sie?? Perasaan aq dah ngiriit pisan. Dgn makan hanya berkisar 3500 smpe 7000 doank sekali makan. Bahkan aq blm makan mie aceh semester ini. Yo wiss,, skr waktu nya menghitung keuangan...
Pengeluaran wajib:

  1.  Pulsa modem : 100.000
  2. Listrik : 50.000
  3. Galon : 20.000
  4. Kas al karim : 5.000    ,, total = 175.000
Dengan begitu, jatah sebulan aq yang 500.000 dikurangin 175.000 sama dengan brp yak? Adeeeh, kuliah d stan koq ga bs ngitung sie? Ga level. Ahaha...3x
Well, setelah dihitung-hitung, sisa uang aq itu 325.000 ,,
Klo diestimasikan dalam 1 hari itu aq makan 2 kali, klo lg irit, makan ny yg 4 rebu aja kali ya. Berarti 1 hari ngeluarin uang 8 rebu. 8 rebu kali 30 = 240.000 ,,
Well, itu klo beneran 4000 doank. Aq kan suka bgt sm mie, fres tea, trus makan yg 7 rebuan d plasma. Hmm, manajemen keuangan ny gmn ya hrs ny? Bingung aq. Gmn ntar jd istri yak. Ngitungin pengeluaran sendiri aja gini. Is is is,,, XD
Klo dihitung lagi, sisa uang aq hrs ny bs 85 rebu. Yahh,, kecil jg ya sisa nya. Hmm,, berarti beneran hrs ngirit untuk bs nyisain makan. Hehehe...
Mulai bsk hrs makan sekitar 4 rebu aja. Ga boleh lebih. 85 rebu lumayan cyiin. :P

Yak, skr waktu nya ngitung pengeluaran bulan ini...
Sisa uang di dompet itu ada 75 rebu. Damn! Kecil bgt! Well, tenang mel. Masih ada sisa d atm kan ya. J
Hhmmm,, setelah cek saldo, aq cm punya sisa 295 rebu. Dikurangin 100 rebu dg saldo minimal. Jd dijumlahkan sisa uang aq bln ini adalah 195 rebu ditambah 75 rebu = 270 rebu. Hmm,, lumayan laaaahh. Hehehhe...
Okey, dihitung lagi supaya cukup sampe akhir bulan...
Sekarang masih tanggal 8 mei, brti bulan ini msh ada 23 hari lagi. Berarti 23 x 8 = 184 rebu. Yess,, msh ada sisa 270 – 184 = 86 rebu. Oke laaaaaahh,, mulai bsk, hrs makan 2 kali n harga 4 rebu ke bawah. Ga boleh di atas 4 rebu. Yesss,, bisa ngirit uang ya klo dihitung-hitung kyk gini. Hehehhe...

Siiip,, berarti tiap bulan aq ngitung kyk gini aja yak.. :P
Sip lah, hrs konsisten makan cm 4 rebu doank....
Semangat mel!!! Jyahahahha :D

Asseeeeeeemm!!! Lupa aq hrs beli pulsa untuk 2 mgu lagi. Berarti sisa uang aq 86 – 51 = 35 rebu. Siaaaaaaaaaaaal !!! grrr,, ini mah hrs puasa tiap senen kemis. Selain untuk bayar nazar, kesehatan, sama ngurus keuangan juga kan ya. :P

Insya allah bisa lah.. J



Ketika menulis aku masih menggunakan Q,
ketika harga paket modem masih mahal,
ketika masih bisa hidup mengandalkan 500 rb sebulan dan ternyata emejing bgt masih nyisain uang 5 juta dalam waktu 3 tahun kuliah,
ketika 4 rb untuk makan masih bisa beli nasi plus telor atau nasi plus kikil dan perkedel, sedangkan sekarang hanya bisa dapat nasi,

ah, good old days.. I'll never get bored looking at my past.. That's what makes me Me today.. Thank you :)

Jumat, 11 Desember 2015

Jatuh

2 Mei 2011

Seperti judul lagu, aku terjatuh lagi. Aku malu pada dunia. Aku malu pada diriku sendiri. Mengapa aku selalu saja menjadi yang paling bodoh? Tidak cakap dalam segala hal. Aku sedih. Semua hal ini terlalu berat bagiku.

Ingin aku menjadi seperti kau. Yang bisa melakukan apapun dengan sempurna. Aku iri akan keberhasilanmu. Aku juga ingin meraih kesuksesan sepertimu. Tidak bisakah kalian memberitahukan caranya padaku? Aku sudah bosan menjadi yang terbodoh. Aku ingin bangkit dari keterpurukanku. Bisakah kalian memberitahu rahasia kalian?

Hmm, masih ingat aku akan hari-hari itu. Hari dimana aku merasa menjadi yang terpintar. Serasa indah semua hal yang ada di depanku. Seakan-akan semua yang aku inginkan tersedia di depan mataku. Aku rindu masa-masa itu. Aku ingin kembali ke masa lalu. Dimana semua hal itu terasa mudah. Tidak banyak pikiran. Ya, aku sangat merindukannya.

Tapi walaupun begitu, ada kenyataan yang harus kuhadapi. Tidak bisa aku terus tinggal dalam khayalan. Tidak bisa aku tetap tinggal di alam mimpi. Walaupun aku bangun dengan tamparan ini, aku terima. Toh, inilah hasil perolehanku selama ini. Aku tidak boleh putus asa. Aku cukup bangga akan hasil kerjaku. Haruslah aku menoleh ke belakang. Dimana sebagian yang aku peroleh hanya merupakan hasil kerja sama. Bukan hasil keringatku sendiri. Aku harus bangga akan diriku sendiri.

Berjalan di jalan ini merupakan pilihan hidupku. Meskipun aku menjadi yang terbelakang, aku tidak boleh terus terpuruk. Aku harus bangun dengan kekuatanku sendiri. Tidak perlu aku dikasihani oleh kau. Aku akan terus maju walau banyak juga yang menertawakanku. Aku terima kalau kau ingin menertawai kebodohanku. Toh, aku memang bodoh. Aku itu tidak sepintar kau. Tapi aku masih memiliki hati. Aku akan terus menjaga hatiku. Karena hatiku adalah sesuatu yang sangat berharga. Jauh lebih berharga daripada nilai-nilai yang diukir di atas kertas. Hidup itu tidak hanya berdasarkan nilai semata. Aku tahu itu.

Terima kasih karena kalian telah membohongiku. Terima kasih karena kalian sudah membuatku merasa jatuh. Aku akan menerimanya dengan hati yang lapang. Dan aku juga berjanji, aku tidak akan menangis lagi karena hal ini. Sudah cukup air mata yang jatuh dari mataku karena hal yang kau perbuat. Aku akan terus melangkah dengan tegap. Tidak perduli dengan cercaan kalian. Aku hanya akan mendengarnya sekali sebagai tamparan yang kuat. Tidak akan aku masukkan ke dalam hati.


Terima kasih, kuucapkan juga, bagi kalian yang telah memperhatikan kesulitanku, dan membantuku dalam segala hal. Aku sangat berterima kasih pada kalian. Kalian sahabatku. Aku sayang kalian. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan kalian dalam hidupku. Aku merasa bersyukur karena telah engenal kalian. Aku tidak tahu apa jadinya aku kalau aku tidak bertemu dengan kalian. Mungkin aku akan terus terperosok dalam jurang yang terdalam. Terima kasih, terima kasih karena kalian sudah jujur kepadaku. Terima kasih karena kalian sudah banyak membantuku bila aku merasa jatuh. Kalian memang hebat. Aku salut pada kebaikan hati kalian. Apabila ada medali yang bisa aku berikan, akan aku persembahkan medali dari berlian yang sangat mahal sekalipun. Aku sayang kalian, sahabatku. Aku juga ingin jadi seperti kalian. Terima kasih, aku mengucapkan terima kasih yang sangat dalam. Aku bangga bertemu kalian. Semoga kalian juga merasakan hal yang sama terhadapku. Aku sayang kalian, wahai sahabatku.


@KamarKosanAl-Karim

"Kala itu ujian STAN menjadi saat-saat menggalaukan di seantero jagat"

Kamis, 10 Desember 2015

Hajimemashite Part 2

Assalammu’alaikum
Selamat malam yang mendung dari Tanjung Pandan, Belitong. Hari ini saya akan mencoba menggali kembali passion saya dalam menulis. Yah, setelah 3,5 tahun blog ini vakum, saya harus membersihkan sawang-sawang yang menumpuk di pojokan blog ini.. :)
Seperti caption di atas, hajimemashite part 2, saya ingin memperkenalkan diri saya kembali. Nama saya Amelia Lestarina. Saya tamat dari STAN tahun 2013 dan sekarang penempatan di Dirjen Perbendaharaan Negara (DJPB).
Nah, untuk ke depannya, saya ingiin sekali berbagi pengalaman saya disini. Banyak banget cerita yang bisa saya tuangkan dalam kata-kata. Saya juga akan mem-posting tulisan-tulisan lawas saya yang mungkin sudah berjamur karena tidak keluar-keluar dari lemari (alias masih disimpan rapat di dalam lepi). Jadi, tunggu kisah-kisah saya selanjutnya yaa.. hehehe
Wassalammu’alaikum