Tanggal 21
September 2015 adalah hari yang bersejarah bagi angkatan kami. Kami baru saja
akan segera menyelesaikan DTU (Diklat Teknis Umum a.k.a disiksa Kopasus),
tiba-tiba ada orang pusat yang memberikan pengumuman bahwa kami harus kumpul di
Gadog untuk suatu pengumuman. Deg. Rasanya mau mati saja. Kami semua langsung
sadar, bahwa pengumuman itu adalah pengumuman yang sangat menakutkan bagi kami.
Pengumuman Penempatan kawan-kawan. Sontak saja cewek-cewek meneteskan air mata
dan histeris, termasuk saya. Hidup kita ke depannya bergantung pada pengumuman
itu. Entah itu karir di Jakarta, tinggal di kota besar, bahkan rencana ikut
suami pun seakan berada di ujung tombak Neptunus! Saya menangis khawatir,
akan ditempatkan dimana saya nanti. Saya masih berharap untuk bisa ditempatkan di Jawa saat itu. Tapi, semua
keputusan tetap di tangan Allah swt dan orang-orang pusat. Saya hanya bisa
berdoa agar ditempatkan di tempat yang terbaik.
Akhirnya hari itu
pun tiba. Saya menunggu secarik dokumen penempatan saya dibagikan. Saya pun
tidak langsung membukanya saat saya menerima. Saya menunggu hingga semuanya
selesai dibagikan lalu saya berani membuka keputusan itu. Jeritan tangis, tawa,
dan raungan membahana di Aula Gadog. Saya pun akhirnya memberanikan diri untuk
membuka surat itu.
KPPN A2 Tanjung Pandan. Kaki saya lemas, air mata pun jatuh
membanjiri pipi. Semua harapan saya untuk bisa dekat dengan keluarga pun sirna.
Sering saya mendengar daerah ini dari teman, katanya pemandangan pantainya
bagus. Namun tetap saja keluar dari pulau Jawa itu sangat berat.
Hal-hal yang ditakutkan tentang Tanjung Pandan:
- Pulau kecil sebelah Bangka (Saya kira Belitong itu yang pulau gedenya, ternyata pulau kecil, hmm geografi saya memang tidak bagus.. haha)
- Makannya mahal-mahal (Saat roll out teman saya diajak makan seafood pinggir pantai dan harganya mahal. Coba baca postingan saya sebelumnya deh, yang judulnya Mengenang Jaman Susah, yah boleh jadi ngiritnya saya terhadap makanan masih begitulah.. hehe)
- Tidak ada mall dan bioskop (Masih belum nonton Mockingjay, Fantastic Beast, dan marvel-marvel yang lain. Untung aja Harry Potter udah tamat… hum)
- Tidak ada teman
- Sepi
Faktanyaa..
1. Memang
benar pulau kecil sih, tapi rame juga di Pantai Tanjung Pendam, setiap sabtu
malam ada Live Music ala Jakarta gitu, café-café, bazaar setiap minggu pagi,
ada jogging track, pokoknya asik banget deh setiap weekend ke pantai.
2. Makanannya
sama kok dengan di Jakarta, tidak harus 50 ribu sampai 100 ribu sekali makan..
(Gesta bikin takut aja sih..) Ada warteg juga, warung Mba Wanti atau nama
lainnya Wonogiri ini terkenal banget dengan makanan Jawa nya yang murah dan
banyak, favorit banget.
3. Disini
adanya toserba, semacem Harmoni gitu, tidak ada mall, tapi toko-toko baju ada
saja di setiap jalan, apalagi di Jalan Sriwijaya, pusat kota tuh disana.
Toserba disini namanya Puncak. Ada juga Barata (ada pump nya!) yang isinya
baju-baju, walaupun tidak terlalu menarik sih.
4. Tidak ada
bioskop! Ini yang agak mengganggu. Bahkan di Cirebon pun udah ada blitz,
sedangkan saya sudah di luar pulau. Tapi tidak apa-apa, ketika wifi masih
lancar, masalah perfilm-an pun tidak terganggu.. hehe
5. Dulu takutnya susah adaptasi disini, takutnya nggak deket sama pegawai yang baru, susah cari tempat tinggal yang enak, tapi alhamdulillah ada kakak tingkat yang membantu saat kita mulai meniti hidup baru di perantauan, jadi kita tidak benar-benar buta arah.
5. Dulu takutnya susah adaptasi disini, takutnya nggak deket sama pegawai yang baru, susah cari tempat tinggal yang enak, tapi alhamdulillah ada kakak tingkat yang membantu saat kita mulai meniti hidup baru di perantauan, jadi kita tidak benar-benar buta arah.
6. Awalnya memang
sepi, cuma penempatan 3 cewek di lain pulau. Dan Alhamdulillah banget, ternyata disini temen-temen
pajaknya asik banget. Karena mereka kita jadi hidup disini. Kita serasa sudah
dianggap keluarga pajak oleh mereka. Jalan-jalan pun bareng mereka.
Menghabiskan setiap weekend pun bareng mereka. Pokoknya menyenangkan banget lho
gabung bersama mereka. Nanti di postingan selanjutnya saya ceritakan lebih
lanjut tentang mereka deh. Hehe
Kesimpulannya adalah, tidak masalah dimanapun kamu penempatan, asal
dijalanin dengan ikhlas insya allah menyenangkan. Saya jadi malu, waktu
mendapat pengumuman itu saya menangis terus, tapi sekarang saya senang. Cari
kesibukan yang asik saja, pasti deh kita jadi enjoy tinggal dimanapun kita
berada. Itu sih tips dari saya. Penempatan memang terdengar menakutkan, tapi
setelah dijalani, ternyata asik-asik saja kok.. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar